Sabtu, 13 Oktober 2012

SATRIO PININGIT TELAH MUNCUL


Tulisan ini dipersembahkan khusus bagi mereka yang ingin memahami kebenaran tentang misteri: Satrio Piningit, Imam Mahdi, Dajjal, Yesus Kristus, anti kristus, nabi Isa, Almasih dan Ratu Adil. Tulisan ini juga mengungkap misteri: Sabdo Palon Nayo Genggong, Nyi Roro Kidul, mahluk ruang angkasa, (UFO), leluhur bangsa israil dan benua atlantis

Klik judul di atas untuk menuju blog paling fenomenal yang membahas tentang Satrio Piningit, dengan komentar lebih dari 400.



Enhanced by Zemanta

40 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang nulis adalah SATRIO PININGIT sejati. (Yaman)

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  4. uthak athik gathuk.... nyambung nyambung in yang ada. biar jadi satu cerita. bener2 bodoh. hahhahahhaha. le otak mu di pake jangan pake dengkul.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kok dengkul kamu rata sampai mata kaki yah. Kok kamu gak punya bokong!. Pantas aja kamu gak punya otak jadi kamu mikirnya pakai dengkul! Hahaa (Yaman/14-11-2012)

      Hapus
  5. Bro... para pelaku spiritual dalam satu hal sepakat bahwa satrio piningit akan muncul. Tentang siapa, dimana dan kapan kemunculannya, hanya dirinya dan beberapa pengikutnya yang mengetahuinya.
    Yang pasti Satrio Piningit bukan Nabi Hidir as, beliau ini diyakini sebagai Gusti Allah mangejawantah (mawujud)identik dengan Manunggaling kawula Gusti.
    Apabila kita memahami sejarah dengan teliti dan benar, kita akan mengetahui bahwa manusia dengan kualifikasi Manunggaling Kawula Gusti yang hidup di dunia ini baru 2(dua) orang yakni,
    1. Nabi Isa as
    2. Syeh Siti Jenar.

    Beliau diatas adalah orang-orang yang dihebatkan oleh Allah swt memiliki kekuatan dan kemampuan spiritual yang amat tinggi karena kemanunggalan NYA.

    Dan apabila perjalanan spiritual anda berada di jalanNYA, anda pasti bisa mengetahui bahwa beliau2 itu berada dalam satu rangkaian.

    Semoga bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. syeh siti jenar itu aliran sesat mas...

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    3. @mas Bb
      Pendapat kamu betul bro. Tapi Syeh Siti Jenar tidak bisa disejajarkan dengan nabi Isa. Kedudukan Syeh Siti Jenar adalah setingkat di atas wali songo. Bahwa beliau dihakimi oleh para wali di masa itu disebabkan karena maqam (tingkatan/derajat) wali songo belum sampai ke maqam “manunggaling kawula gusti” sehingga mereka menyebut Syeh Siti Jenar adalah sesat. Manunggaling Kawula Gusti sesuatu yang sifatnya sangat individualistic. Bukan ajaran dan tidak perlu diajarkan. Saya fikir saat sekarang ini Satrio Piningit sejati sedang melakoninya secara murni dan konsekuen. Kita sepaham dan sependat mas ! Salam. (Yaman /14-11-2012).

      Hapus
  6. bro..baca kitab apaan lo bro sampe ngaco gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu yang ngaco. Kok nanya kitab apa yang aku baca. Bukan aku yang nulis bro. Yang nulis adalah SATRIO PININGIT Sejati. (Yaman/14-11-2012)

      Hapus
  7. bro. knapa ga calonin diri aja jadi ketua RT dulu, trus naik jadi lurah, trus naik jadi camat, trus calonin diri lagi jadi walikita, trus naik jadi gubernur, trus naik jadi mentri, trus naik jadi presiden.. klo uda jadi presiden, pensiunkan diri, baru ngebahas masalah Satrio Piningit di balai desa.. ngaco amat kamu bro..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Usulan kamu tidak populer bro. Pendidikan kamu apa sih. Pernah sekolah gak bro. Kok begitu usulan kamu. Di jaman moderen seperti ini kok masih ada yang berfikir kayak kamu yah ! (Yaman/14-11-2012)

      Hapus
  8. Selamat anda memenangkan lomba mengarang bebas tingkat RT.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga ucapkan selamat atas keberhasilan anda memenangkan pertandingan tingkat RT dimana anda dinobatkan sebagai orang yang paling banyak kutu busuk di kepala anda (Yaman/14-11-2012)

      Hapus
  9. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  10. kayaknya abis baca kitab tatang sutarma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya kamu yang menulis kitab tatang sutarma itu yah... Saran saya bakarlah kitab itu lalu ambil abunya lalu campurkan air putih kemudian minum sampai habis. Aku sih tidak pernah baca kitab itu. Minat juga kagak. (Yaman/14-11-2012)

      Hapus
  11. ini ajarannya lebih sesat dari ajaran teroris, yang percaya ama seh siti jenar juga sama ngaconya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terorisnya udah banyak yang ditangkap oleh Densus 88. Tulisan Satrio Piningit Telah Muncul bukan sebuah ajaran dan juga bukan ajakan akan tetapi tulisan itu sekedar bersifat sebagai penyampaian semata. Ternyata otak kamu ngaco yah. Bodoh menganalisis sebuah bacaan! (Yaman/14-11-2012)

      Hapus
  12. Habitat saya adalah selalu mempelajari akibat kemudian mencari tahu sebabnya. Kebiasaan ini sudah berlangsung lama. Saya terinspirasi dengan cara dokter mendiagnosis penyakit yang diderita oleh pasiennya.
    Penyakit adalah sebuah akibat. Dokter akan mempelajari akibat berdasarkan gejala-gejala dan indikasinya dengan cara yang sangat teliti bila perlu dengan menggunakan berbagai macam peralatan canggih dan test laboratorium dsb. Setelah mengetahui akibat (penyakit) maka dokter akan memberi pasien obat untuk mengatasinya sebagai solusi. Dokter yang bijak akan menyampaikan kepada pasien “penyebab” penyakit yang dideritanya dibarengi nasehat-nasehat yang bersifat medis. Pasien yang bijak tentu akan memetik sebuah hikmah bahwa “kesehatan” adalah Karunia Allah yang patut dijaga, dirawat, dan disyukuri.

    Berangkat dari analogi di atas saya menganggap tulisan SATRIO PININGIT MUNCUL adalah “sebab” karena itu, untuk sementara saya mengenyampingkan dulu untuk membahasnya. Saya lebih tertarik mempelajari dan mencermati komentar-komentar pembaca karena bagi saya komentar tersebut adalah sebuah “akibat” yang patut dianalisa.

    BalasHapus
  13. Yang paling menarik bagi saya adalah komentar-komentar dari orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai RATU ADIL (RA). Komentar beliau sangat kekanak-kanakan. Kalimat-kalimat beliau tidak ada bedanya dengan kalimat yang diucapkan oleh orang yang sedang kesurupan setan. Sepertinya beliau kayak orang yang kebakaran jenggot, mencak-mencak berteriak tidak karuan. Beliau sangat emosional dan temperamental. Beliau butuh pengakuan dari orang lain tapi celakanya tak seorangpun yang mau mengakuinya. Cara berkomentar RA terasa lucu dan menggelikan !. Dari gaya bahasanya dan meteri tulisannya patut diduga bahwa orang yang mengatasnamakan dirinya RA dia juga yang mengatasnamakan dirinya Khalifah Almahdi.
    Ada komentar yang hanya cenderung ingin menunggangi tulisan SATRIO PININGIT MUNCUL. Sepertinya orang itu hanya ingin mengail di air yang keruh. Contohnya sebagaimana yang disampaikan oleh orang yang mengaku bernama R. Sari, Ibunda Ratu Adil, Satrio Piningit, dan Pak Mintu.
    Ada juga komentar yang menuduh tulisan SATRIO PININGIT MUNCUL adalah cerpen fiktif, karangan bebas dan tidak ilmiah. Komentar ini disampaikan oleh orang yang mengaku bernama Muh. Age dan Hamba Allah. Ada yang berkomentar dengan gaya bahasa sinisme yaitu orang yang mengaku bernama Shillar, Rono Kartiko, Abdullah, Pangeran Bapak dan Sampurna. Yang berkomentar dengan gaya bahasa sarkasme adalah: Angin Malam, Bolodewoto, Ardi, Ega, Pegamber Kucuk dan Wahyu.

    BalasHapus
  14. Selain yang kontra sebagaimana yang tersebut di atas ada yang memberi dukungan terhadap tulisan SATRIO PININGIT MUNCUL seperti yang disampaikan oleh Pasha, Sudirman, Javanisis, Ramadhan Mulia, H.Abdullah, dan Manusia bodoh. Marilah kita hargai sikap rekan-rekan yang mendukung kebenaran tulisan SATRIO PININGIT MUNCUL. Tentu saja mereka juga memiliki akal fikiran dan hati nurani.

    Terhadap mereka yang tidak mendukung juga perlu kita hargai dan beri tempat yang lapang untuk berbeda pendapat. Hanya saja perlu kita lakukan introspeksi terhadap diri kita, apakah cara-cara kita menyampaikan pendapat sudah menggunakan bahasa santun dan beretika ?. Apakah kita tidak emosional dan merasa sok benar sendiri ? Apakah kita tidak memfitnah orang itu ? Apakah kita tidak menuduh seseorang melakukan perbuatan yang tidak dilakukan oleh orang itu ? Orang itu hanya menulis dan menyampaikan pendapatnya. Janganlah kita bersikap arogan kemudian dengan segala kepongahan yang ada di dalam diri kita lantas kita seenaknya menghakimi orang itu, apalagi dengan menggunakan bahasa Jawa yang sangat kasar!. Begitukah cara orang tua mendidik dan mengajari kita ?. Atau jangan-jangan memang kita ini kurang (di) ajar oleh orang tua kita!

    Dalam sejarah kerasulan, Nabi Muhammad SAW ketika pertama kali membawakan risalahnya, beliau (di) kurang ajari oleh orang-orang arab Jahiliyah. Beliau difitnah dan dituduh macam-macam, bahkan dikejar-kejar mau dibunuh oleh penduduk Mekah. Beliau mendapat sambutan dan diterima baik oleh ummat saat beliau hijrah ke Medinah. Saya tidak bermaksud mensejajarkan apalagi menyamakan penulis Satrio Piningit Muncul dengan kedudukan nabi Muhammad, karena hal itu adalah suatu kemustahilan bagi saya dan kita semua. Saya katakan ini semata-mata hanya ingin mengajak agar kita semua belajar bersikap santun dalam menyampaikan pendapat. Bukankah Nabi Muhammad telah menyampaikan di dalam hadistnya bahwa “ Perbedaan pendapat ummatku adalah sebuah rahmat”. Marilah kita jabarkan dan aplikasikan di dalam diri kita, di dalam hidup kita tentang makna hadist tersebut jika memang benar kita ini sebagai pengikut setia Nabi Muhammad. Sebagi ummat islam, kita juga sudah harus siap menerima kenyataan akan kebenaran hadist Nabi Muhammad SAW bahwa:

    BalasHapus
  15. “Ummatku kelak akan terpecah menjadi tujuh puluh tujuh golongan. Hanya satu golongan saja yang benar”. Menurut saya, makna yang tersirat dari hadist tersebut adalah agar kita menghargai pendapat golongan lain.

    Kebenaran yang kita yakini selama ini sifatnya relatif, karena itu hargailah pendapat orang lain. Kita sendiri belum tentu benar, lantas kenapa kita harus menghakimi orang lain ?

    Saya tidak berada di posisi yang mendukung. Saya juga tidak berada pada posisi yang tidak mendukung tulisan SATRIO PININGIT MUNCUL. Lebih tepat jika saya katakan bahwa saya mendukung pendapat Indera Susanti dan Manusia bodoh. Saya berjanji, suatu waktu, jika saya ada waktu yang cukup saya akan membaca dengan seksama tulisan SATRIO PININGIT MUNCUL, dan saya juga akan menyampaikan pendapat saya. Lebih baik pelan-pelan daripada tergesa-gesa berkomentar. Semua yang dilakukan secara tergesa-gesa maka hasilnya kurang baik karena salah satu sifat manusia yang dikuasai oleh hawa nafsunya memiliki kecenderungan sifat yang tergesa-gesa.
    Wassalam
    11 dzulhijjah 1433

    BalasHapus
  16. imajinasi yg bagus ?!....
    Indonesia akan terus maju dengan ataupun tanpa satrio piningit...... yakinlah!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keyakinan yang bagus ?!...
      Indonesia akan terus maju. Hutangnya maju terus ! Sekarang sudah menyentuh angka 3000 Triliyun. Seluruh tambang-tambang potensial sudah dikuasai asing. Untuk menutupi defisit, APBN mengandalkan pinjaman luar negeri, Maju terus ! Indonesia sekarang pasar potensial untuk perdagangan narkoba. Maju terus ! Imajinasi yang bagus ?!... (Yaman)

      Hapus
  17. sibodohan yang intelek22 November 2012 04.26

    kocak bgt baca komen2nya....ya setidaknya menghiburlah walau ga ngerti arti tulisannya...two thumbs up buat usahanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kocak periksa egelnya. Kalau egelnya pecah supaya diganti tapi jangan lupa oleskan gemuk. Yang penting bannya tidak pecah. Jangan lupa periksa anginnya. Bagusnya pakail gas nitrogen. Sekedar menghiburlah biar aku gak ngerti kemana tujuannya.Makasih atas usahanya. Salam dari si bodoh yang intelek. (Yaman)

      Hapus
  18. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  19. MAZMUR 132 1-18
    Satria Piningit Dan Indonesia, Pilihan TUHAN
    132:1 Ingatlah, ya TUHAN, kepada Satria Piningit dan segala penderitaan bangsa,
    132:2 bagaimana Satria Piningit telah bersumpah kepada TUHAN, telah bernazar kepada Yang Mahakuat:
    132:3 "Sesungguhnya Satria Piningit tidak masuk ke dalam kemah kediaman, tidak berbaring di ranjang petiduran,
    132:4 sesungguhnya Satria Piningit tidak membiarkan mata tertidur atau membiarkan kelopak mata terlelap,
    132:5 sampai Satria Piningit mendapat tempat untuk TUHAN, kediaman untuk Yang Mahakuat."
    132:8 Pergilah, ya TUHAN, dan datanglah ke tempat perhentian-Mu, Engkau serta tabut kekuatan-Mu!
    132:9 Biarlah para imam berpakaian kebenaran, dan bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi!
    132:10 Oleh karena Satria Piningit, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!
    132:11 TUHAN telah menyatakan sumpah setia kepada Satria Piningit, Tuhan tidak memungkiri: "Seorang Anak Bangsa Kududukkan di atas takhta;
    132:12 jika Anak Bangsa berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan-Ku yang Kuajarkan, maka Anak Bangsa selamanya duduk di atas takhta "
    132:13 Sebab TUHAN telah memilih Indonesia, mengingini menjadi tempat kedudukan-Nya:
    132:14 "Inilah tempat perhentian-Ku selamanya,disini Aku hendak diam, sebab Aku mengingini Satria Piningit.
    132:15 Perbekalan Kuberkati dengan berlimpah, orang miskin Kukenyangkan dengan roti,
    132:16 Para imam Kukenakan pakaian keselamatan, dan orang saleh bersorak-sorai dengan girang.
    132:17 Disinilah Aku akan menumbuhkan sebuah tanduk bagi Satria Piningit, Aku sediakan pelita bagi orang yang Kuurapi.
    132:18 Para musuh Kukenakan pakaian penuh malu, dan di atas kepala Satria Piningit
    bersemarak mahkota."
    132:6 Memang manusia telah mendengar tentang itu, dan telah mendapati Satria Piningit.
    132:7 "Mari kita pergi ke kediaman-Nya, sujud sembah pada tumpuan kaki-Nya."

    BalasHapus
  20. MAZMUR 2 1-12
    Raja Yang Diurapi TUHAN
    2:1 Mengapa riuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
    2:2 Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama mengabdi pada TUHAN dan yang diurapi-Nya:
    2:3 "Marilah kita memutuskan belenggu perseteruan dan membuang tali perbedaan dari pada kita!"
    2:4 Satria Piningit, yang bersemayam di takhta, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.
    2:5 Maka berkatalah TUHAN kepada mereka dalam Alkitab dan mengejutkan mereka dalam kehangatan-Nya:
    2:6 "Akulah yang telah melantik raja-Ku di Indonesia, negeri-Ku yang kudus!"
    2:7 TUHAN mau menceritakan tentang ketetapan; TUHAN berkata kepada Satria Piningit: "Anak-Ku Satria Piningit! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
    2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepada Satria Piningit menjadi milik pusaka Satria Piningit, dan ujung bumi menjadi kepunyaan Satria Piningit.
    2:9 Engkau akan membina mereka dengan damai, mempersatukan mereka seperti tukang periuk membuat tembikar."
    2:10 Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia!
    2:11 Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah langkah kaki Satria Piningit dengan gembira,
    2:12 supaya Satria Piningit jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala." Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

    BalasHapus
  21. MAZMUR 90 1-9
    Saat Penyelamatan Sudah Dekat
    98:1 Mazmur. Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Satria Piningit telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada Satria Piningit, oleh tangan kanan Satria Piningit, oleh lengan Satria Piningit yang kudus.
    98:2 TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada Satria Piningit, telah menyatakan keadilan Satria Piningit di depan mata bangsa-bangsa.
    98:3 Satria Piningit mengingatkan kasih setia dan kesetiaan Satria Piningit terhadap bangsa, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah.
    98:4 Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!
    98:5 Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring,
    98:6 dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni Satria Piningit!
    98:7 Biarlah gemuruh laut serta isinya, dunia serta yang diam di dalamnya!
    98:8 Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan, dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama
    98:9 di hadapan TUHAN, sebab Satria Piningit datang untuk menghakimi bumi. Satria Piningit akan menghakimi dunia dengan keadilan, dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.

    BalasHapus
  22. ALKITAB MAZMUR 89
    Kesetiaan TUHAN Kepada Satria Piningit
    89:1 Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan TUHAN dengan mulut turun-temurun.
    89:2 Sebab kasih setia TUHAN dibangun untuk selamanya; kesetiaan TUHAN tegak seperti langit.
    89:5 Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.
    89:6 Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan TUHAN, yang sama seperti TUHAN di antara penghuni bumi?
    89:7 Allah disegani dalam kalangan orang-orang kudus, dan sangat ditakuti melebihi semua yang ada di sekeliling-Nya.
    89:8 Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu.
    89:3 Engkau telah berkata:"Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Satria Piningit, hamba-Ku:"
    89:19 Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu: "Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan, telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.
    89:20 Aku telah mendapat Satria Piningit, hamba-Ku; Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus,
    89:21 maka tangan-Ku tetap dengan Satria Piningit, bahkan lengan-Ku meneguhkan Satria Piningit.
    89:22 Musuh tidak akan menyergap Satria Piningit, dan orang curang tidak akan menindas Satria Piningit.
    89:23 Aku menghancurkan lawan Satria Piningit dari hadapannya, dan orang-orang yang membenci akan Kubunuh.
    89:24 Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku sertai Satria Piningit, dan oleh karena nama-Ku tanduk Satria Piningit meninggi.
    89:25 Aku membuat tangan Satria Piningit menguasai laut, dan tangan kanan Satria Piningit menguasai sungai-sungai.
    89:26 Satria Piningit pun berseru kepada-Ku: 'Bapaku Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku.'
    89:27 Akupun juga mengangkat Satria Piningit menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.
    89:28 Aku memelihara kasih setia-Ku bagi Satria Piningit untuk selamanya, dan perjanjian-Ku teguh bagi Satria Piningit.
    89:33 Tetapi kasih setia-Ku tidak Kujauhkan dari pada Satria Piningit dan Aku tidak berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.
    89:34 Aku tidak melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak Kuubah.
    89:35 Sekali Aku bersumpah demi kekudusan-Ku, tentulah Aku tidak berbohong kepada Satria Piningit:
    89:4 Untuk selamanya Aku hendak menegakkan Satria Piningit, dan membangun takhta turun-temurun."
    89:29 Aku menjamin adanya anak cucunya sampai selamanya, dan takhta Satria Piningit seumur langit.
    89:36 Anak cucunya ada untuk selamanya, dan takhta Satria Piningit seperti matahari di depan mata-Ku,
    89:37 seperti bulan yang ada selamanya, suatu saksi yang setia di awan-awan."
    89:52 Terpujilah TUHAN untuk selamanya! Amin, ya amin.

    BalasHapus
  23. saya menolak untuk tidak menyetujui tulisan ini... periksa mata bathin saudara2 yang menolak.. beri jalan kepada saudara kembar anda untuk memberi pencerahan bagi siapa yg menolak ..

    BalasHapus
  24. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus